

DESTINATION PAGE

TAMAN LAUT BUNAKEN
Taman Laut Bunaken mempunyai area dengan luas 75.265 ha. Terdapat 5 pulau yang termasuk dalam taman nasional ini yaitu Pulau Naen, Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Siladen, dan Pulau Mantehage beserta anak pulau yang di sekelilingnya. Secara geografis Pulau Bunaken termasuk dalam wilayah perairan “Segi Tiga Emas“. Lebih dari sekitar 3000-an spesies ikan berada di Bunaken. Wilayah “Segi Tiga Emas” adalah jalur perairan laut yang menghubungkan laut Filipina, laut Papua, dan laut Indonesia.
Di sekeliling Bunaken, ada taman laut yang juga bagian Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Bunaken juga merupakan salah satu taman laut yang mempunyai biodiversitas laut tertinggi dunia. Oleh karena itu banyak para wisatawan yang datang berkunjung untuk melakukan aktivitas menyelam di kawasan Bunaken. Meski luas area mencapai 75.265 ha, lokasi menyelam sangat terbatas, hanya berada di sekitar pantai yang mengitari kelima pulau yang berada di kawasan Taman Laut Nasional Bunaken.Taman laut Bunaken mempunyai 20 dive spot / titik penyelaman dengan berbagai kedalaman yang bervariasi. Dari 20 dive spot, 12 dive spot berada di Pulau Bunaken dan merupakan titik penyelaman yang paling sering dikunjungi oleh penyelam-penyelam baik lokal maupun mancanegara.
BUKIT KASIH KANONANG.
Masyarakat Sulawesi pada umumnya, dan masyarakat Minahasa pada khususnya mempraktekkan sebuah semboyan dalam kehidupan kesehariannya. Semboyan itu berbunyi “Torang Samua Ba’saudara”, yang artinya “Kita semua bersaudara”. Semboyan ini juga tercermin pada satu tempat wisata yang juga sudah terkenal sampai ke mancanegara. Tempat wisata tersebut adalah sebuah bukit wisata rohani, sebuah bukit yang berada di kaki Gunung Soputan, bernama Bukit Kasih.
Bukit ini dinamai Bukit Kasih karena di bukit ini orang-orang dari berbagai agama bisa berkumpul dan berdamai. Dari semboyan yang dimiliki masyarakat Sulawesi, Bukit Kasih merupakan bukit simbol perdamaian. Selain itu juga merupakan tempat yang mengingatkan kita pada kerukunan antar umat beragama.
Di puncak Bukit Kasih ini Anda akan menemukan 5 tempat ibadah dari 5 agama yang diakui di Indonesia, yaitu Masjid (Islam), 2 Gereja (Katholik dan Kristen Protestan), Vihara (Budha), dan Pura (Hindu). Kelima tempat ibadah tersebut dihubungkan dengan akses jalan berupa anak tangga. Tempat-tempat ibadah yang dihubungkan di ketinggian tersebut, mewakili simbol bahwa penganut agama apapun bisa hidup berdampingan dalam kerukunan. Tempat ini adalah akhir dari perjalanan di kompleks wisata Bukit Kasih.
Di dekat pintu masuk kompleks wisata ini, Anda akan menemui sebuah monumen dengan tinggi sekitar 22 meter. Monumen ini dinamai Tugu Toleransi. Dinamai Tugu Toleransi karena tugu ini berbentuk segi lima, dan disetiap sisinya tedapat ukiran gambar dan simbol serta kutipan ayat Kitab Suci dari masing-masing agama. Sama halnya dengan tempat ibadah di puncak Bukit Kasih, Tugu Toleransi juga menampilkan gambar dan kutipan ayat dari kelima agama. Tugu Toleransi merupakan monumen pengingat akan kehidupan yang saling bertoleransi antar umat beragama.
PATUNG YESUS MEMBERKATI.
Berada di puncak tertinggi Kelurahan Winangun tepatnya di kawasan perumahan elite Citraland Manado, Monumen ini tercatat berada di ketinggian 60 meter dari permukaan laut. Total tinggi patung yaitu 30 meter dengan tiang penyangga 20 meter. Dengan ketinggiannya, Monumen Yesus ini dinobatkan sebagai patung Yesus tertinggi kedua di Asia dan masuk jajaran tertinggi di dunia. Keunikan lain dari Patung Yesus di Manado adalah tingkat kemiringan patung sebesar 35 derajat yang membuat gesture patung seperti melayang di udara. Dengan posisi kedua tangan terangkat ke atas, memberi kesan Yesus sedang memberkati Kota Manado yang berada di depannya. Hal ini juga memberi kesan damai bagi setiap wisatawan yang berkunjung. de pembuatan berasal dari pengusaha properti terkenal Ir Ciputra dan dibangun pada tahun 2007. Pembuatannya memakan 25 ton besi fiber dan 35 ton besi baja. Seluruh bagian patung dicat putih. Di sekitar lokasi terdapat juga empat buah patung malaikat berukuran kecil menggambarkan malaikat penjaga.
Yang tak kalah membanggakan, akses jalan menuju bukit tempat patung berada dilengkapi dengan replika jalan salib. Hal ini untuk menggambarkan penderitaan Yesus sebelum disalib. Terdapat 14 tempat perhentian lengkap dengan replika kisah Yesus menempuh perjalanan sulit dan menderita sambil memanggul salib. Replika jalan salib ini sendiri mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai replika Jalan Salib paling terjal.
DANAU LINOW.
Danau cantik yang memancarkan keindahan 3 warna. Berjarak 30 km dari Kota Manado atau memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan, Danau Linow dapat ditempuh 3 km arah ke barat dari Kota Tomohon. Selama perjalanan, kita disajikan pemandangan hijau dari perbukitan yang ditumbuhi pepohonan besar. Gunung Lokon yang masih aktif juga ikut menjadi panorama yang tersaji di sini. Memiliki bentuk hampir segitiga sempurna, gunung ini seakan memanjakan mata dengan hijaunya pepohonan.
Bau menyerupai telur busuk langsung menusuk hidung begitu kita baru tiba di area Danau Linow. Aroma ini berasal dari bau belerang yang tersebar di sekitar danau. Konon, belerang ini merupakan sisa letusan Gunung Mahawu yang terjadi ratusan tahun yang lalu. Di danau ini, kita bisa melihat warna air yang dapat berubah-ubah warna menjadi hijau, biru dan kuning kecoklatan. Perubahan terjadi karena unsur belerang yang tertimbun di dalam danau serta pembiasan dan pantulan sinar matahari yang menyebabkan warna air di Danau Linow bisa berubah. Berkeliling di tepian danau menjadi aktivitas yang dapat dilakukan di danau ini. Namun pengunjung jangan coba-coba untuk berenang. Kandungan belerang yang tinggi bisa membuat tubuh terluka dan berakibat fatal.
BUKIT DOA / BUKIT KELONG.
Begitu luas dan hijau, sejauh mata memandang hamparan hijau pohon dan rerumputan memenuhi tempat ini. Bersih dan tertata dengan rapi.
Tempat wisata alam dan religi umat Kristiani ini juga dijadikan lokasi outbond, gathering, tempat pemberkatan nikah, serta pesta pernikahan bernuansa taman.
Bukit Doa Tomohon memiliki dua pintu masuk.
Pintu masuk pertama hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Karena ada jalan Salib, prosesi mengenang peristiwa sengsara Yesus Kristus.
Teater terbuka di Bukit Doa.
Sembari mendaki rute ini, wisatawan akan menemukan patung-patung perhentian. Rute yang berkontur tanah dan berbukit ini telah diaspal beton.
Sehingga tak sulit bagi wisawatan untuk menelusuri tangga-tangga, hingga ke puncak Via Dolorosa.
Jalan Salib ini dikenal dengan jalan Salib Mahawu. Ada 14 lokasi perhentian yang akan ditemui Dari patung yang terbuang dari besi, bercerita kisah sengsara Yesus Kristus. Melewati jalan ini, wisatawan seolah-olah dibawah kembali ke zaman dahulu. Bukit Doa Tomohon ini, memang merupakan kawasan wisata Religi umat Kristiani.Namun tak hanya umat Kristen aja yang berkunjung ke sini, tapi lintas agama. Itu karena pesona alamnya yang spektakuler
Hari ini Anda akan kami ajak berkeliling Minahasa. Pertama – tama foto bersama dengan latar Monumen Yesus Memberkati yang merupakan patung Yesus tertinggi di Asia.
Perjalanan dilanjutkan menuju kota Bunga Tomohon. Objek wisata yang akan Anda kunjungi pertama adalah Bukit Doa Kelong. Anda dapat menikmati pemandangan dengan latar Gunung Lokon sambil menikmati kopi atau teh hangat.
Selanjutnya menuju objek wisata Puncak Rurukan dengan melewati pemandangan perkebunan sayur milik petani lokal.
Siang hari menuju Tondano dan mengunjungi Benteng Moraya yang merupakan saksi sejarah perjuangan masyarakat Tondano melawan penjajah. Sesudah itu Anda akan kami ajak untuk makan siang di salah satu restoran lokal yang berada di tepi danau Tondano. Usai makan siang perjalanan dilanjutkan menuju objek wisata Bukit Kasih Kanonang yang tidak lain merupakan icon kerukunan antarumat Bergama di Sulawesi Utara. Sore hari menuju Danau Linow untuk menikmati pemandangan danau yang indah ditemani secangkir kopi atau teh hangat.
Kembali ke manado dan tour selesai. Sampai jumpa di program tour kami lainnya.
